Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Februari 2010
Tinjauan Analitis Munculnya Sumber Mata Air Baru
Hasil analisa terhadap kualitas air sumber mata air baru Tahun 2007
Munculnya sumber mata air baru di Desa Sumber Salam menarik perhatian masyarakat sekitar. Fenomena tersebut, meski tidak/belum menunjukkan indikasi negative/berbahaya namun perlu kiranya mendapatkan perhatian sebagai langkah antisipasi.
Karenanya kami memandang perlu melakukan pemantauan khususnya dari sisi kualitas air meliputi aspek fisik dan kimiawi.
Keberadaan Laboratorium Lingkungan (melalui DAK Tahun 2007) sangat membantu upaya pemantauan. Dengan adanya Laboratorium Lingkungan upaya pemantauan dapat dilakukan lebih cepat, mudah dan murah, meski dengan berbagai keterbatasannya (mengingat laboratorium tersebut baru saja berdiri). Beberapa keterbatasan tersebut adalah :
Karenanya kami memandang perlu melakukan pemantauan khususnya dari sisi kualitas air meliputi aspek fisik dan kimiawi.
Keberadaan Laboratorium Lingkungan (melalui DAK Tahun 2007) sangat membantu upaya pemantauan. Dengan adanya Laboratorium Lingkungan upaya pemantauan dapat dilakukan lebih cepat, mudah dan murah, meski dengan berbagai keterbatasannya (mengingat laboratorium tersebut baru saja berdiri). Beberapa keterbatasan tersebut adalah :
Rabu, 24 Februari 2010
Artikel Pemanasan Global di Harian Bhirawa
Berikut scanning artikel yang dimuat di harian Bhirawa
Waktu Gempa, Al Qur’an dan Agenda ke Depan
Belakangan ramai di milis dan SMS mengenai kaitan waktu gempa yang terjadi di Indonesia dengan ayat Al Qur’an berdasarkan waktu gempa tersebut.
Berikut beberapa kejadian gempa dan kaitannya dengan Al Qur’an :
- Gempa Aceh 26 Dec 2004 pukul 07:58 pagi
QS 7:58 : “The good land readily produces its plants by the leave of its Lord, while the bad land barely produces anything useful. We thus explain the revelations for people who are appreciative.”
- Gempa Jogja 27 Mei 2006 pukul 05.55 pagi
QS 5:55 “Your guardian can be only Allah; and His messenger and those who believe, who establish worship and pay the poor-due, and bow down (in prayer).”
- Gempa Padang (M6,4) Selasa, Maret 6, 2007 pukul 10:49:39 pagi
QS 10:49 “Say: I have no power to hurt or benefit myself, save that which Allah willeth. For every nation there is an appointed time. When their time cometh, then they cannot put it off an hour, nor hasten (it).”
Gempa Bengkulu (M8.4) Rabo, September 12, 2007 pukul 06:10 sore
QS 18:10 ” When the young men fled for refuge to the Cave and said: Our Lord! Give us mercy from Thy presence, and shape for us right conduct in our plight.”
Berikut beberapa kejadian gempa dan kaitannya dengan Al Qur’an :
- Gempa Aceh 26 Dec 2004 pukul 07:58 pagi
QS 7:58 : “The good land readily produces its plants by the leave of its Lord, while the bad land barely produces anything useful. We thus explain the revelations for people who are appreciative.”
- Gempa Jogja 27 Mei 2006 pukul 05.55 pagi
QS 5:55 “Your guardian can be only Allah; and His messenger and those who believe, who establish worship and pay the poor-due, and bow down (in prayer).”
- Gempa Padang (M6,4) Selasa, Maret 6, 2007 pukul 10:49:39 pagi
QS 10:49 “Say: I have no power to hurt or benefit myself, save that which Allah willeth. For every nation there is an appointed time. When their time cometh, then they cannot put it off an hour, nor hasten (it).”
Gempa Bengkulu (M8.4) Rabo, September 12, 2007 pukul 06:10 sore
QS 18:10 ” When the young men fled for refuge to the Cave and said: Our Lord! Give us mercy from Thy presence, and shape for us right conduct in our plight.”
Pentingnya Pemetaan Tingkat Kerentanan Gempa
Natural disasters are the interactionberween natural hazards and vulnerable condition …” Awotona
Siapa sangka bahwa cerita yang paling menguras air mata dari gempa Bumi yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah kejadian tanah longsor di Cianjur ? Lebih dari sepekan media massa memberitakan bencana tersebut, termasuk kurang sigapnya pemerintah di dalam menangani korban.
Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana (hazard potency) yang sangat tinggi. Potensi bencana tersebut dikelompokkan menjadi 2 yaitu potensi bahaya utama (main hazard) dan potensi bahaya ikutan (collateral hazard). Potensi bahaya utama yang ada adalah Indonesia merupakan kawasan pertemuan 3 lempeng tektonik, memiliki gunung berapi aktif terbanyak, dataran tinggi yang rawan longsor, dan kawasan pantai yang rawan tsunami. Setelah bahaya utama terjadi, misalkan gempa, maka potensi bencana utama yang lain akan turut serta misalkan longsor atau tsunami.
Tidak cukup hanya itu. Potensi bahaya ikutan akan turut memperparah bencana. Indikator dari bahaya ikutan antara lain persentase bangunan yang terbuat dari kayu, likuifaksi, kepadatan bangunan, dan kepadatan industri berbahaya. Bangunan yang roboh dan mendorong robohnya bangunan yang lain di pemukiman padat akan menambah jumlah korban. Belum lagi konstruksi bangunan yang rapuh.
Akibat
Siapa sangka bahwa cerita yang paling menguras air mata dari gempa Bumi yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah kejadian tanah longsor di Cianjur ? Lebih dari sepekan media massa memberitakan bencana tersebut, termasuk kurang sigapnya pemerintah di dalam menangani korban.
Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana (hazard potency) yang sangat tinggi. Potensi bencana tersebut dikelompokkan menjadi 2 yaitu potensi bahaya utama (main hazard) dan potensi bahaya ikutan (collateral hazard). Potensi bahaya utama yang ada adalah Indonesia merupakan kawasan pertemuan 3 lempeng tektonik, memiliki gunung berapi aktif terbanyak, dataran tinggi yang rawan longsor, dan kawasan pantai yang rawan tsunami. Setelah bahaya utama terjadi, misalkan gempa, maka potensi bencana utama yang lain akan turut serta misalkan longsor atau tsunami.
Tidak cukup hanya itu. Potensi bahaya ikutan akan turut memperparah bencana. Indikator dari bahaya ikutan antara lain persentase bangunan yang terbuat dari kayu, likuifaksi, kepadatan bangunan, dan kepadatan industri berbahaya. Bangunan yang roboh dan mendorong robohnya bangunan yang lain di pemukiman padat akan menambah jumlah korban. Belum lagi konstruksi bangunan yang rapuh.
Akibat
Membangun Pendidikan Kepekaan Lingkungan Hidup
Artikel di bawah ini merupakan refleksi penulis setelah beberapa kali mengisi materi dari rangkaian kegiatan Student Session di beberapa sekolah di Kabupaten Bondowoso. Student Session merupakan bagian dari kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup. Kegiatan yang sudah dan masih berlangsung lebih dari satu bulan ini, dan mendapatkan sambutan hangat dari sekolah, menyisakan pertanyaan mendasar, “ Mengapa menjadi penting permasalahan lingkungan hidup dipahami oleh siswa sekolah dan untuk apa ? “.
Salah satunya, penulis sangat terkesan sewaktu mengisi materi di Madrasah Tsanawiyah 2 (setingkat SMP) Bondowoso mengenai permasalahan “pemanasan global” dan dihujani pertanyaan-pertanyaan kritis oleh siswa-siswa yang masih belia tersebut. Rasa haus mereka atas informasi yang menyeluruh mengenai nasib Bumi di masa depan tetap tidak akan tuntas oleh jawaban penulis, selain karena waktu yang pendek, juga karena kompleksitas dari permasalahan yang sebenarnya.
Lingkungan Hidup
Salah satunya, penulis sangat terkesan sewaktu mengisi materi di Madrasah Tsanawiyah 2 (setingkat SMP) Bondowoso mengenai permasalahan “pemanasan global” dan dihujani pertanyaan-pertanyaan kritis oleh siswa-siswa yang masih belia tersebut. Rasa haus mereka atas informasi yang menyeluruh mengenai nasib Bumi di masa depan tetap tidak akan tuntas oleh jawaban penulis, selain karena waktu yang pendek, juga karena kompleksitas dari permasalahan yang sebenarnya.
Lingkungan Hidup
Peringatan Hari Bumi 22 April : Bumi Berubah Cepat, Nyamukpun Ber-evolusi
24 April , 2009
Pada 22 April ini ditetapkan sebagai Hari Bumi (Earth Day) sejak 1970. Penetapan Hari Bumi ini sebagai wujud dari gerakan sosial di Amerika Serikat pada akhir dekade 60-an sebagai bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan penduduk yang melonjak drastik yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan dan tingkat kesehatan.
Gerakan sosial skala besar yang waktu itu diikuti 20 juta penduduk AS memiliki maksud untuk menyadarkan manusia bahwa perlu adanya tindakan nyata berupa kepedulian terhadap keberlanjutan planet Bumi. Gerakan terus bergulir dan diikuti oleh lebih dari 140 negara di dunia,organisasi non pemerintah, dunia pendidikan, swasta dan lainnya dengan menentukan tema masing-masing sesuai dengan pilihan strategisnya.
Bumi Berubah
Bumi sekarang ini telah berubah dengan cepat. Manusialah yang memicu perubahan ini dengan terus memproduksi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam aktifitas kesehariannya seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluoro-karbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6).
Pada 22 April ini ditetapkan sebagai Hari Bumi (Earth Day) sejak 1970. Penetapan Hari Bumi ini sebagai wujud dari gerakan sosial di Amerika Serikat pada akhir dekade 60-an sebagai bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan penduduk yang melonjak drastik yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan dan tingkat kesehatan.
Gerakan sosial skala besar yang waktu itu diikuti 20 juta penduduk AS memiliki maksud untuk menyadarkan manusia bahwa perlu adanya tindakan nyata berupa kepedulian terhadap keberlanjutan planet Bumi. Gerakan terus bergulir dan diikuti oleh lebih dari 140 negara di dunia,organisasi non pemerintah, dunia pendidikan, swasta dan lainnya dengan menentukan tema masing-masing sesuai dengan pilihan strategisnya.
Bumi Berubah
Bumi sekarang ini telah berubah dengan cepat. Manusialah yang memicu perubahan ini dengan terus memproduksi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam aktifitas kesehariannya seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluoro-karbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6).
Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso
25 September , 2008
Latar Belakang Pendirian
Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso dibangun dengan Dana Alokasi Khusus tahun 2007. Dilatar belakangi terjadinya penurunan kualitas air di sebagian besar daerah di Indonesia. Pembangunan Laboratorium Lingkungan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan pemantauan kualitas air melalui penyediaan data kualitas air yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi sumberdaya air di Kabupaten Bondowoso yang juga mendorong pendirian Laboratorium Lingkungan adalah:
1. Adanya penurunan kualitas lingkungan meliputi air dan tanah akibat kegiatan industri, permukiman, transportasi, pengelolaan hutan, perubahan iklim global, pertanian, perikanan, perkebunan, dll. Serta potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan pemakaian bahan bakar. Penurunan kualitas air dapat dilihat pada laporan pemantauan kualitas air Kabupaten Bondowoso tahun 2007, dimana status sungai Sampean sudah masuk kelas D atau cemar berat.
2. Semakin berkurangnya sumber mata air dan cadangan debit air di Kabupaten Bondowoso, salah satu buktinya adalah tingginya fluktuasi debit Sungai Sampean yang menunjukkan terganggunya fungsi hidrologi di DAS Sampean.
Latar Belakang Pendirian
Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso dibangun dengan Dana Alokasi Khusus tahun 2007. Dilatar belakangi terjadinya penurunan kualitas air di sebagian besar daerah di Indonesia. Pembangunan Laboratorium Lingkungan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan pemantauan kualitas air melalui penyediaan data kualitas air yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi sumberdaya air di Kabupaten Bondowoso yang juga mendorong pendirian Laboratorium Lingkungan adalah:
1. Adanya penurunan kualitas lingkungan meliputi air dan tanah akibat kegiatan industri, permukiman, transportasi, pengelolaan hutan, perubahan iklim global, pertanian, perikanan, perkebunan, dll. Serta potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan pemakaian bahan bakar. Penurunan kualitas air dapat dilihat pada laporan pemantauan kualitas air Kabupaten Bondowoso tahun 2007, dimana status sungai Sampean sudah masuk kelas D atau cemar berat.
2. Semakin berkurangnya sumber mata air dan cadangan debit air di Kabupaten Bondowoso, salah satu buktinya adalah tingginya fluktuasi debit Sungai Sampean yang menunjukkan terganggunya fungsi hidrologi di DAS Sampean.
Latihan Pengujian Kualitas Air
Pada 9 hingga 10 Desember lalu, diadakan pelatihan internal mengenai pengujian kualitas air. Saya sendiri yang memberikan materi.
Semula peserta pelatihan adalah staf laboratorium Nana, Okta, Herlan dan Taufik, tetapi karena ada permintaan dari KIR SMA 2 Bondowoso maka peserta ditambah dari KIR. SMA 2 Bondowoso mengirimkan 3 perwakilannya.
Semula peserta pelatihan adalah staf laboratorium Nana, Okta, Herlan dan Taufik, tetapi karena ada permintaan dari KIR SMA 2 Bondowoso maka peserta ditambah dari KIR. SMA 2 Bondowoso mengirimkan 3 perwakilannya.
Survei di Belakang SMK 2
Pertengahan Desember lalu, kami ditugaskan untuk melakukan survei kualitas air di sungai kecil belakang SMK 2 Bondowoso dan daerah pengrajin batik kecamatan Maesan.
Mading Laboratorium
Di laboratorium kini telah ada mading. Dibuatnya mading ini, selain sebagai sarana informasi, juga melatih SDM laboratorium untuk mengelola media informasi.
Memang sekilas tampak remeh mading ini. Tak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan sewaktu SMA
. Namun memberikan dampak yg bila ditelusuri akan terasa “hebat”.
Studi Banding mahasiswa kimia Universitas Jember
Saya sendiri memberikan dua presentari mengenai keberadaan laboratorium lingkungan dan masalah teknis laboratorium.
Pendampingan Teknis Survei dan Analisa
Mendekati masa liburan sekolah, seorang siswi SMA menghubungi saya lewat sms. Dia dan teman-temannya yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja SMA 2 Bondowoso berniat melakukan observasi lapangan tentang kualitas air sungai. rencana mereka di Sungai Sampean dengan peserta sebanyak 50an orang.


Uji Kualitas Udara
Pada senin, 27 Oktober lalu, kami melalui tim dari Hiperkes propinsi Jatim melakukan uji kualitas udara di Kabupaten Bondowoso. alhamdulillah rencana kegiatan berhasil di lakukan.
Berikut beberapa foto :

Foto lain :
Berikut beberapa foto :
Foto lain :
Hutan antara Manfaat dan Kerusakan
Disampaikan Pada Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Pondok Pesantren Di Beberapa Pesantren Di Kabupaten Bondowoso, Tahun 2005
Tak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa hutan adalah sebuah berkah bagi kehidupan, ini mengingat fungsi hutan yang begitu banyak dan penting bagi kehidupan di bumi ini. Namun sayangnya, hingga saat ini, fungsi hutan lebih sering dilihat secara ekonomis terutama dari hasil kayunya. Padahal masih banyak keuntungan lain dari hutan yang bila dikuantifikasikan dalam rupiah, akan memberi gambaran betapa mahal dan berharganya hutan.
Paru-Paru Bumi
Tumbuhan di hutan, melalui mekanisme fotosintesis dapat menyerap karbondioksida (CO2). Karbondioksida dalam jumlah besar di bumi mengancam kehidupan manusia, karena zat tersebut memiliki sifat menyerap energi panas dari radiasi sinar infra merah yang dipancarkan matahari.
Akibatnya energi panas terakumulasi menyebabkan kenaikan suhu muka bumi yang menyebabkan mencairnya es di kutub, sehingga muka air laut mengalami kenaikan. Kenaikan muka air laut menjadi sebuah ancaman terhadap daerah-daerah pesisir.
Tak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa hutan adalah sebuah berkah bagi kehidupan, ini mengingat fungsi hutan yang begitu banyak dan penting bagi kehidupan di bumi ini. Namun sayangnya, hingga saat ini, fungsi hutan lebih sering dilihat secara ekonomis terutama dari hasil kayunya. Padahal masih banyak keuntungan lain dari hutan yang bila dikuantifikasikan dalam rupiah, akan memberi gambaran betapa mahal dan berharganya hutan.
Paru-Paru Bumi
Tumbuhan di hutan, melalui mekanisme fotosintesis dapat menyerap karbondioksida (CO2). Karbondioksida dalam jumlah besar di bumi mengancam kehidupan manusia, karena zat tersebut memiliki sifat menyerap energi panas dari radiasi sinar infra merah yang dipancarkan matahari.
Akibatnya energi panas terakumulasi menyebabkan kenaikan suhu muka bumi yang menyebabkan mencairnya es di kutub, sehingga muka air laut mengalami kenaikan. Kenaikan muka air laut menjadi sebuah ancaman terhadap daerah-daerah pesisir.
Langganan:
Postingan (Atom)
