Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Februari 2010

PostHeaderIcon Peringatan Hari Bumi 22 April : Bumi Berubah Cepat, Nyamukpun Ber-evolusi

24 April , 2009
Pada 22 April ini ditetapkan sebagai Hari Bumi (Earth Day) sejak 1970. Penetapan Hari Bumi ini sebagai wujud dari gerakan sosial di Amerika Serikat pada akhir dekade 60-an sebagai bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan penduduk yang melonjak drastik yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan dan tingkat kesehatan.
Gerakan sosial skala besar yang waktu itu diikuti 20 juta penduduk AS memiliki maksud untuk menyadarkan manusia bahwa perlu adanya tindakan nyata berupa kepedulian terhadap keberlanjutan planet Bumi. Gerakan terus bergulir dan diikuti oleh lebih dari 140 negara di dunia,organisasi non pemerintah, dunia pendidikan, swasta dan lainnya dengan menentukan tema masing-masing sesuai dengan pilihan strategisnya.
Bumi Berubah
Bumi sekarang ini telah berubah dengan cepat. Manusialah yang memicu perubahan ini dengan terus memproduksi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam aktifitas kesehariannya seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluoro-karbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6).

PostHeaderIcon Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso

25 September , 2008
Latar Belakang Pendirian
Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bondowoso dibangun dengan Dana Alokasi Khusus tahun 2007. Dilatar belakangi terjadinya penurunan kualitas air di sebagian besar daerah di Indonesia. Pembangunan Laboratorium Lingkungan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan pemantauan kualitas air melalui penyediaan data kualitas air yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi sumberdaya air di Kabupaten Bondowoso yang juga mendorong pendirian Laboratorium Lingkungan adalah:
1. Adanya penurunan kualitas lingkungan meliputi air dan tanah akibat kegiatan industri, permukiman, transportasi, pengelolaan hutan, perubahan iklim global, pertanian, perikanan, perkebunan, dll. Serta potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan pemakaian bahan bakar. Penurunan kualitas air dapat dilihat pada laporan pemantauan kualitas air Kabupaten Bondowoso tahun 2007, dimana status sungai Sampean sudah masuk kelas D atau cemar berat.
2. Semakin berkurangnya sumber mata air dan cadangan debit air di Kabupaten Bondowoso, salah satu buktinya adalah tingginya fluktuasi debit Sungai Sampean yang menunjukkan terganggunya fungsi hidrologi di DAS Sampean.
Powered By Blogger

Pengikut