Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Februari 2010
Foto Adipura dan Visi Misi Pemda Bondowoso
Di beberapa sudut kota Bondowoso telah dipasang baliho yang berisi visi misi pemda Bondowoso dan ajakan mempertahankan Adipura yang telah di raih pada 2008 lalu. Mari kita buat Bondowoso menjadi lebih baik !
Adipura

Adipura
Dunia Pendidikan dan Penguasaan Iptek
(Dimuat di Radar Jember, 6 Mei 2009)
“ the new source of power is not money in the hands of a few
but information in the hands of many ”—John Naisbitt
Hari Pendidikan Nasional kemarin mengemuka mengenai pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di masa depan. Ini adalah bentuk pengakuan yang kesekian kali terhadap pentingnya iptek bagi kemajuan dan kemandirian sebuah negara. Hanya saja kesadaran atas nilai strategis dari iptek belum diimbangi dengan kebijakan dan aksi nyata pada tingkatan praktis secara optimal. Hal ini bisa dilihat, pada setiap sudut kehidupan, produk iptek dari luar negeri membanjiri dan mendominasi pasar Indonesia. Saat yang sama, ada perasaan lebih bergengsi bila menggunakan produk iptek impor dibandingkan produk iptek dalam negeri, seperti penggunaan barang elektronik.
Kondisi ini tentu memprihatinkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia selain belum mampu menumbuhkan kecintaan pada karya bangsa sendiri dalam skala luas di kalangan peserta didik juga menciptakan produsen iptek dalam skala besar. Dua masalah yang saling berkaitan ini merupakan persoalan serius karena taruhannya adalah kita akan menjadi negara yang maju serta mandiri, ataukah hanya sekedar menjadi negara kuli.
“ the new source of power is not money in the hands of a few
but information in the hands of many ”—John Naisbitt
Hari Pendidikan Nasional kemarin mengemuka mengenai pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di masa depan. Ini adalah bentuk pengakuan yang kesekian kali terhadap pentingnya iptek bagi kemajuan dan kemandirian sebuah negara. Hanya saja kesadaran atas nilai strategis dari iptek belum diimbangi dengan kebijakan dan aksi nyata pada tingkatan praktis secara optimal. Hal ini bisa dilihat, pada setiap sudut kehidupan, produk iptek dari luar negeri membanjiri dan mendominasi pasar Indonesia. Saat yang sama, ada perasaan lebih bergengsi bila menggunakan produk iptek impor dibandingkan produk iptek dalam negeri, seperti penggunaan barang elektronik.
Kondisi ini tentu memprihatinkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia selain belum mampu menumbuhkan kecintaan pada karya bangsa sendiri dalam skala luas di kalangan peserta didik juga menciptakan produsen iptek dalam skala besar. Dua masalah yang saling berkaitan ini merupakan persoalan serius karena taruhannya adalah kita akan menjadi negara yang maju serta mandiri, ataukah hanya sekedar menjadi negara kuli.
Pelatihan Jurnalistik
Hari Jum’at, 16 januari, kami mengadakan pelatihan jurnalistik untuk staf dan pelajar ( KIR SMA 2 Bondowoso). Kali ini pelatihan jurnalistik mengenai penulisan berita.

Diharapkan melalui pelatihan jurnalistik ini dapat menambah dan meningkatkan kemampuan dalam bidang penulisan berita sehingga nantinya dapat mengelola media sendiri ( blog, buletin, mading, majalah, dll).
Diharapkan melalui pelatihan jurnalistik ini dapat menambah dan meningkatkan kemampuan dalam bidang penulisan berita sehingga nantinya dapat mengelola media sendiri ( blog, buletin, mading, majalah, dll).
Dimuat di Rubrik MUDA HU Kompas
Pada 3 April lalu, tulisan adik-adik dari SMAN 2 Bondowoso dimuat di Rubrik Muda HU Kompas. Selamat ! Wuiih…bisa ngeceng di koran nasional 

Semoga bisa menambah semangat untuk terus mengembangkan diri, menulis, meneliti dan melatih kepekaan lingkungan. Selamat berkarya untuk terus mempublikasikan Bondowoso di tingkat nasional.
Dan untuk SMP/SMA baik guru maupun pelajar di Bondowoso, kami dari Laboratorium Lingkungan menyediakan diri untuk membimbing dalam bidang penelitian dan penulisan ilmiah ataupun populer. Silahkan menghubungi kami di kompleks pavilyun Rengganis RSUD Bondowoso.
Semoga bisa menambah semangat untuk terus mengembangkan diri, menulis, meneliti dan melatih kepekaan lingkungan. Selamat berkarya untuk terus mempublikasikan Bondowoso di tingkat nasional.
Dan untuk SMP/SMA baik guru maupun pelajar di Bondowoso, kami dari Laboratorium Lingkungan menyediakan diri untuk membimbing dalam bidang penelitian dan penulisan ilmiah ataupun populer. Silahkan menghubungi kami di kompleks pavilyun Rengganis RSUD Bondowoso.
Dimuat di radar Jember
Kegiatan studi banding ternyata dimuat di radar jember. terima kasih untuk redaksi dan wartawan radar Jember (mas edo). Ini beritanya.

Materi Dialog Interaktif di Mahardika FM
Rabu malam jam 19.00, saya diberi tugas mengisi materi di Radio Mahardika FM Bondowoso. Dalam dialog yang berlangsung satu jam itu membahas mengenai pencemaran lingkungan dan strategi pengendaliannya. Ada dua penanya dan pemberi saran yang begitu kritis. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan tersebut, dan memacu untuk terus menambah ilmu.
Berikut, materi yang saya sampaikan di malam yang cerah itu.
Persoalan lingkungan hidup disebabkan berbagai hal, salah satunya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi menyebabkan aktifitas ekonomi juga meningkat pesat. Kegiatan ekonomi/pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak. Hal tersebut merupakan beban sosial yang pada akhirnya manusia pula yang akan menanggung biaya pemulihannya.
APAKAH YANG DIMAKSUD PENCEMARAN?
Berikut, materi yang saya sampaikan di malam yang cerah itu.
Persoalan lingkungan hidup disebabkan berbagai hal, salah satunya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi menyebabkan aktifitas ekonomi juga meningkat pesat. Kegiatan ekonomi/pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak. Hal tersebut merupakan beban sosial yang pada akhirnya manusia pula yang akan menanggung biaya pemulihannya.
APAKAH YANG DIMAKSUD PENCEMARAN?
Ketahanan Pangan yang Rentan
Saat ini Indonesia tengah menghadapi anomali iklim El-Nino. Sebagaimana yang telah diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa fenomena alam El-Nino terjadi mulai pertengahan 2009 hingga awal 2010.
El Nino kependekan dari ENSO (El-Nino Southern Oscillation) merupakan fenomena alam yang memperlihatkan kenaikan temperatur permukaan laut di Samudra Pasifik bagian selatan khatulistiwa di atas temperatur rata-rata selama minimal tiga puluh tahun. Karenanya disebut juga ”kolam panas di Pasifik”.
Akibat dari anomali di atas musim hujan akan datang terlambat dari biasanya dengan curah hujan di bawah normal. Pulau Jawa , Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat akan terdera karenanya. Kekurangan air adalah akibatnya yang kemudian memiliki dampak turunan yang kompleks.
Pada El nino 1997/1998 yang berlangsung selama 14 bulan, terjadi penurunan debit air waduk di Jawa dan Lampung mencapai hingga 50 persen. Di Sulawesi Selatan penurunannya mencapai hingga 33 persen. Sekitar 426 ribu hektar mengalami kekeringan. Akibatnya, lima provinsi penghasil beras yaitu Lampung, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan produksi pangan. Indonesia mengimpor beras hingga 5,8 juta ton, jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 1 – 2 juta ton.
El Nino kependekan dari ENSO (El-Nino Southern Oscillation) merupakan fenomena alam yang memperlihatkan kenaikan temperatur permukaan laut di Samudra Pasifik bagian selatan khatulistiwa di atas temperatur rata-rata selama minimal tiga puluh tahun. Karenanya disebut juga ”kolam panas di Pasifik”.
Akibat dari anomali di atas musim hujan akan datang terlambat dari biasanya dengan curah hujan di bawah normal. Pulau Jawa , Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat akan terdera karenanya. Kekurangan air adalah akibatnya yang kemudian memiliki dampak turunan yang kompleks.
Pada El nino 1997/1998 yang berlangsung selama 14 bulan, terjadi penurunan debit air waduk di Jawa dan Lampung mencapai hingga 50 persen. Di Sulawesi Selatan penurunannya mencapai hingga 33 persen. Sekitar 426 ribu hektar mengalami kekeringan. Akibatnya, lima provinsi penghasil beras yaitu Lampung, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan produksi pangan. Indonesia mengimpor beras hingga 5,8 juta ton, jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 1 – 2 juta ton.
Mengatasi Defisit Air
Ancaman defisit air akibat kemarau benar-benar di depan mata. Kian menyusutnya debit air dan perubahan pendistribusian air irigasi dapat menimbulkan ’pergolakan’ di tingkat desa. Seperti telah terjadi di desa Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo (Jawa Pos, 17/8) lalu.
Defisit air di Indonesia, dan terutama di Jawa, telah diperkirakan jauh hari sebelumnya. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), defisit air terjadi sejak tahun 1995, yaitu di Jawa sebesar 32,3 miliar m3/ tahun dan di Bali sebesar 1,5 miliar m3/tahun. Defisit air terus meningkat pada tahun 2000 yaitu sebesar 52,8 miliar m3/tahun untuk Jawa dan 7,5 miliar m3/ tahun untuk Bali. Dan pada 2015 nanti, defisit airt di Jawa diperkirakan mencapai 134,1 miliar m3/tahun dan di Bali mencapai 27,6 miliar m3/tahun.
Selain Jawa dan Bali, di tahun yang sama, Sulawesi juga akan mengalami defisit air sebesar 42,5 miliar/ tahun, dan Nusa Tenggara Timur sebesar 4,5 miliar m3/tahun.
Defisit air di Indonesia, dan terutama di Jawa, telah diperkirakan jauh hari sebelumnya. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), defisit air terjadi sejak tahun 1995, yaitu di Jawa sebesar 32,3 miliar m3/ tahun dan di Bali sebesar 1,5 miliar m3/tahun. Defisit air terus meningkat pada tahun 2000 yaitu sebesar 52,8 miliar m3/tahun untuk Jawa dan 7,5 miliar m3/ tahun untuk Bali. Dan pada 2015 nanti, defisit airt di Jawa diperkirakan mencapai 134,1 miliar m3/tahun dan di Bali mencapai 27,6 miliar m3/tahun.
Selain Jawa dan Bali, di tahun yang sama, Sulawesi juga akan mengalami defisit air sebesar 42,5 miliar/ tahun, dan Nusa Tenggara Timur sebesar 4,5 miliar m3/tahun.
Agenda Peringatan Hari Lingkungan Hidup
Pada hari Minggu, 7 Juni nanti akan diadakan aksi simpatik peringatan hari Lingkungan Hidup di Alun-Alun Bondowoso.
Ada pembagian bibit, brosur, bersih-bersih, media center, dll. Pokoknya menarik deh.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh komponen Badan Lingkungan Hidup kabupaten Bondowoso termasuk pasukan kuning bersenjatakan sapu, PMI Bondowoso, Telkomsel, PMR, berbagai relawan hmmm…
Siapapun bisa terlibat dalam kegiatan di atas. Kegiatan yang murni dilandasi idealisme tersebut semata-mata ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib Bumi yang kian mengenaskan. Kita bisa berkontribusi hanya dengan melakukan hal yang kecil. Kegiatan kecil yang dilakukan bersama-sama tentu akan memberikan dampak yang luar biasa. Bukankah, kepak sayap seekor kupu-kupu di Bondowoso
akan berkontribusi pada munculnya badai di Amrik sana (menurut sebuah pandangan filosofis loh).
Selepas hari Minggu tersebut, hari-hari selanjutnya akan diisi dengan road show ke sekolah dengan pemutaran film-nya al Gore mengenai pemanasan global dan diskusi mengenai perubahan iklim.
So, Bersama kita selamatkan Bumi dari perubahan Iklim !
Ada pembagian bibit, brosur, bersih-bersih, media center, dll. Pokoknya menarik deh.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh komponen Badan Lingkungan Hidup kabupaten Bondowoso termasuk pasukan kuning bersenjatakan sapu, PMI Bondowoso, Telkomsel, PMR, berbagai relawan hmmm…
Siapapun bisa terlibat dalam kegiatan di atas. Kegiatan yang murni dilandasi idealisme tersebut semata-mata ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib Bumi yang kian mengenaskan. Kita bisa berkontribusi hanya dengan melakukan hal yang kecil. Kegiatan kecil yang dilakukan bersama-sama tentu akan memberikan dampak yang luar biasa. Bukankah, kepak sayap seekor kupu-kupu di Bondowoso
Selepas hari Minggu tersebut, hari-hari selanjutnya akan diisi dengan road show ke sekolah dengan pemutaran film-nya al Gore mengenai pemanasan global dan diskusi mengenai perubahan iklim.
So, Bersama kita selamatkan Bumi dari perubahan Iklim !
Bersama Mengatasi Ancaman Perubahan Iklim
(Dimuat di harian Radar Jember, 5 Juni 2009)
Pada 5 Juni ini, kita memperingati Hari Lingkungan se-Dunia 2009. United Nations Environment Programme (UNEP) telah menetapkan temanya yakni ” Your Planet needs you: Unite to Combat ClimateChange.” Di Indonesia, Kementrian Lingkungan Hidup pada Maret lalu me-launching tema yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa: “Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim.”
Benarkah dunia berada dalam ancaman perubahan iklim ? Seberapa mengerikankah perubahan iklim tersebut ?.
Tulisan ini akan memaparkan fakta mengenai perubahan iklim dan upaya-upaya yang harus dilakukan.
Bumi Makin Panas
Atmosfer Bumi yang didominasi oleh nitrogen sekira 78 persen dan oksigen sekira 20 persen dan unsur serta senyawa lain yang relatif kecil jumlahnya merupakan perisai dari radiasi Matahari yang bersifat ekstrem yaitu terlalu panas. Karena atmosfer itulah Bumi tetap terasa hangat karena ada bagian dari radiasi matahari, yang merupakan gelombang elektromagnetik, tetap terperangkap sedangkan sebagian lain dipantulkan ke luar angkasa.
Pada 5 Juni ini, kita memperingati Hari Lingkungan se-Dunia 2009. United Nations Environment Programme (UNEP) telah menetapkan temanya yakni ” Your Planet needs you: Unite to Combat ClimateChange.” Di Indonesia, Kementrian Lingkungan Hidup pada Maret lalu me-launching tema yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa: “Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim.”
Benarkah dunia berada dalam ancaman perubahan iklim ? Seberapa mengerikankah perubahan iklim tersebut ?.
Tulisan ini akan memaparkan fakta mengenai perubahan iklim dan upaya-upaya yang harus dilakukan.
Bumi Makin Panas
Atmosfer Bumi yang didominasi oleh nitrogen sekira 78 persen dan oksigen sekira 20 persen dan unsur serta senyawa lain yang relatif kecil jumlahnya merupakan perisai dari radiasi Matahari yang bersifat ekstrem yaitu terlalu panas. Karena atmosfer itulah Bumi tetap terasa hangat karena ada bagian dari radiasi matahari, yang merupakan gelombang elektromagnetik, tetap terperangkap sedangkan sebagian lain dipantulkan ke luar angkasa.
Mengatasi Tumpahan Minyak di Perairan Manyar
(Dimuat di harian Surabaya Pagi, 1 Mei 2009)
Tumpahan hidrokarbon cair atau minyak pada 8 April lalu di perairan Manyar, Gresik, telah meresahkan nelayan, petambak dan pengusaha di kawasan tersebut. Diberitakan di harian ini, ratusan nelayan mengancam demo ke pihak manajemen Hess Indonesia Pangkah Limited (HIPL) yaitu perusahaan yang mengolah migas di sumur blok Ujungpangkah.
Petambak ikan mencemaskan ribuan hektar tambaknya. Bangkai ular dan kepiting ditemukan di pantai yang telah tercemar, batu-batu terlihat hitam pekat dan demikian pula air laut. Dikuatirkan bahwa tumpahan minyak tersebut akan merusak tanaman mangrove dan berdampak sosial. Pihak manajemen HIPL telah menangani agar tumpahan hidrokarbon tidak meluber ke mana-mana.
Pencemaran Minyak
Tumpahan hidrokarbon cair atau minyak pada 8 April lalu di perairan Manyar, Gresik, telah meresahkan nelayan, petambak dan pengusaha di kawasan tersebut. Diberitakan di harian ini, ratusan nelayan mengancam demo ke pihak manajemen Hess Indonesia Pangkah Limited (HIPL) yaitu perusahaan yang mengolah migas di sumur blok Ujungpangkah.
Petambak ikan mencemaskan ribuan hektar tambaknya. Bangkai ular dan kepiting ditemukan di pantai yang telah tercemar, batu-batu terlihat hitam pekat dan demikian pula air laut. Dikuatirkan bahwa tumpahan minyak tersebut akan merusak tanaman mangrove dan berdampak sosial. Pihak manajemen HIPL telah menangani agar tumpahan hidrokarbon tidak meluber ke mana-mana.
Pencemaran Minyak
Kunjungan Komisi III DPRD Bondowoso
Meskipun cuaca hujan cukup deras, kunjungan dewan tersebut berlangsung hangat dan santai. Dari pihak, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dipimpin Kepala BLH, Ir. Tjuk Basuki Rahardjo, CES, dan beberapa kepala bidang. Tim dari laboratorium sendiri lengkap dan telah mempersiapkan acara tersebut.
Berikut beberapa foto :
Labling Bondowoso mendapat peringkat 4 se_jawa Timur
Labling Bondowoso mendapat peringkat 4 se_jawa Timur. Hal ini penting, mengingat labling Bondowoso baru beroperasi selama 2 tahun, dan itupun tanpa ada biaya operasional. Pendidikan publik dalam hal lingkungan yang merupakan inisiatif pribadi dan tim labling menjadi nilai tambah yang diapresiasi oleh penilai dari provinsi.
Berikut daftar peringkat dan penilaiannya :
1 Kab. Mojokerto 35
2 Kab. Banyuwangi 27
3 Kab. Jombang 25
4 Kab. Bondowoso 23
5 Kab. Sumenep 23
6 Kab. Tuban 23
Berikut daftar peringkat dan penilaiannya :
1 Kab. Mojokerto 35
2 Kab. Banyuwangi 27
3 Kab. Jombang 25
4 Kab. Bondowoso 23
5 Kab. Sumenep 23
6 Kab. Tuban 23
Rabu, 24 Februari 2010
Dimuat di Harian Bhirawa
Berikut, Copy tulisan kami yang dimuat di harian Bhirawa Jawa Timur.
Dimuat di Kabar Indonesia
23 Januari , 2009
Alhamdulillah. Upaya untuk menyosialisasikan Lablingkungan ini ternyata mendapatkan banyak respon.
Berikut berita di Kabar Indonesia, sebuah media on line
Langganan:
Postingan (Atom)
