Tampilkan postingan dengan label Materi Sosialisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Sosialisasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Februari 2010
PELAKSANAAN UKL-UPL (UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN-UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN) DI KAB. BONDOWOSO
Dibuat untuk sosialisasi pada 29 Oktober 2008, disampaikan
oleh Soetarto—Kepala Bidang AMDAL dan Tata Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kab. Bondowoso
1. Latar Belakang
Persoalan lingkungan hidup disebabkan berbagai hal, salah satunya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi menyebabkan aktifitas ekonomi juga meningkat pesat. Kegiatan ekonomi/pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak. Hal tersebut merupakan beban sosial yang pada akhirnya manusia pula yang akan menanggung biaya pemulihannya.
oleh Soetarto—Kepala Bidang AMDAL dan Tata Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kab. Bondowoso
1. Latar Belakang
ASPEK TEKNIS DAN KELEMBAGAAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL) DAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) – UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (U
(Materi sosialisasi AMDAL dan UKL-UPL Tahun 2004)
AMDAL TERDIRI DARI :
- KERANGKA ACUAN
- ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (ANDAL)
- RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL)
- RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)
TAHAPAN STUDI AMDAL :
A. IDENTIFIKASI KOMPONEN RENCANA KEGIATAN DAN RONA LINGKUNGAN AWAL YANG AKAN MENIMBULKAN DAMPAK PENTING
B. IDENTIFIKASI KOMPONEN LINGKUNGAN YANG AKAN TERKENA DAMPAK
C. PERKIRAAN PERUBAHAN RONA LINGKUNGAN AKIBAT RENCANA KEGIATAN (PENDUGAAN DAMPAK PENTING)
D. EVALUASI DAMPAK PENTING
E. REKOMENDASI BERUPA RKL DAN RPL BAGI PEMRAKARSA DALAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN DAMPAK LINGKUNGAN
Alur Kebijakan:
AMDAL TERDIRI DARI :
- KERANGKA ACUAN
- ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (ANDAL)
- RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL)
- RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)
TAHAPAN STUDI AMDAL :
A. IDENTIFIKASI KOMPONEN RENCANA KEGIATAN DAN RONA LINGKUNGAN AWAL YANG AKAN MENIMBULKAN DAMPAK PENTING
B. IDENTIFIKASI KOMPONEN LINGKUNGAN YANG AKAN TERKENA DAMPAK
C. PERKIRAAN PERUBAHAN RONA LINGKUNGAN AKIBAT RENCANA KEGIATAN (PENDUGAAN DAMPAK PENTING)
D. EVALUASI DAMPAK PENTING
E. REKOMENDASI BERUPA RKL DAN RPL BAGI PEMRAKARSA DALAM PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN DAMPAK LINGKUNGAN
Alur Kebijakan:
Penanganan Masalah Pencemaran Air di Kabupaten Bondowoso
Dibuat untuk bahan “Seminar Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Gema Mahapeta Universitas Bondowoso 2007
I.PENDAHULUAN
Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) telah menjadi kesepakatan sebagian besar bangsa di dunia. Diawali oleh berbagai konferensi tingkat internasional (antara lain, Stockholm, tahun 1972). Namun demikian, seiring perkembangan jaman, dan tuntutan kebutuhan yang semakin kompleks, tak dapat dihindari munculnya berbagai permasalahan lingkungan hidup.
Beberapa permasalahan lingkungan yang sangat mendesak antara lain: pencemaran air, penjarahan hutan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Kesemua permasalahan tersebut secara umum ternyata telah menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan
Masalah pencemaran air misalnya, selain menyebabkan gangguan estetis (keindahan), berkurangnya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pada tahap tertentu bahkan dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat.
Mengingat berbagai permasalahan krusial di atas maka perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah pencemaran air. Upaya-upaya tersebut seyogyanya tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi harus pula didukung oleh lembaga-lembaga masyarakat, kalangan pendidikan serta masyarakat umum.
II. PENCEMARAN AIR : DEFINISI DAN PENYEBAB
Definisi pencemaran air adalah : masuknya atau dimasukkannya makhluk hudup, zat, dan energi dan/atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa sumber/penyebab pencemaran adalah kegiatan manusia, contohnya adalah:
I.PENDAHULUAN
Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) telah menjadi kesepakatan sebagian besar bangsa di dunia. Diawali oleh berbagai konferensi tingkat internasional (antara lain, Stockholm, tahun 1972). Namun demikian, seiring perkembangan jaman, dan tuntutan kebutuhan yang semakin kompleks, tak dapat dihindari munculnya berbagai permasalahan lingkungan hidup.
Beberapa permasalahan lingkungan yang sangat mendesak antara lain: pencemaran air, penjarahan hutan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Kesemua permasalahan tersebut secara umum ternyata telah menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan
Masalah pencemaran air misalnya, selain menyebabkan gangguan estetis (keindahan), berkurangnya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pada tahap tertentu bahkan dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat.
Mengingat berbagai permasalahan krusial di atas maka perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah pencemaran air. Upaya-upaya tersebut seyogyanya tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi harus pula didukung oleh lembaga-lembaga masyarakat, kalangan pendidikan serta masyarakat umum.
II. PENCEMARAN AIR : DEFINISI DAN PENYEBAB
Definisi pencemaran air adalah : masuknya atau dimasukkannya makhluk hudup, zat, dan energi dan/atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa sumber/penyebab pencemaran adalah kegiatan manusia, contohnya adalah:
LIMBAH CAIR , DAMPAK DAN PENGELOLAANNYA
Berikut adalah materi kasar sosialisasi pengelolaan limbah yang pernah saya lakukan.
SUMBER AIR LIMBAH :
•RUMAH TANGGA
•INDUSTRI
•AKITIFITAS LAIN (PERTANIAN, PETERNAKAN, MEDIS, DLL)
KOMPOSISI LIMBAH RUMAH TANGGA/DOMESTIK :
•BUANGAN TUBUH MANUSIA
•BUANGAN DAPUR DAN KAMAR MANDI
DAMPAK LIMBAH CAIR
•DAMPAK TERHADAP AIR
•DAMPAK TERHADAP UDARA
•DAMPAK TERHADAP TANAH
SUMBER AIR LIMBAH :
•RUMAH TANGGA
•INDUSTRI
•AKITIFITAS LAIN (PERTANIAN, PETERNAKAN, MEDIS, DLL)
KOMPOSISI LIMBAH RUMAH TANGGA/DOMESTIK :
•BUANGAN TUBUH MANUSIA
•BUANGAN DAPUR DAN KAMAR MANDI
DAMPAK LIMBAH CAIR
•DAMPAK TERHADAP AIR
•DAMPAK TERHADAP UDARA
•DAMPAK TERHADAP TANAH
Menghijaukan Bondowoso dengan Diamond Rever
–Disampaikan Pada Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Pondok Pesantren, Tahun 2006–
Beberapa tahun terakhir ini penurunan kualitas lingkungan semakin dapat dirasakan. Banjir di musim hujan, kekeringan pada saat kemarau, udara yang semakin kotor, adalah beberapa gejalanya. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan adalah dengan menggiatkan kegiatan penanaman. Pepohonan dapat memberikan banyak kontribusi bagi terciptanya lingkungan yang lebih baik. Akar tanaman dapat menahan air sehingga tanah dapat menyimpan banyak air, akar tanaman juga mencegah terkikisnya lapisan tanah, sementar daun-daun dapat berfungsi menyaring pencemar udara.
Karena itulah, dilakukan kegiatan penanaman dan telah banyak dirasakan manfaatnya. Namun masih ada hal yang dirasa kurang, yaitu jenis tanaman yang ditanam dipandang belum dapat memberikan keuntungan ekonomis yang optimal.
Untuk itulah pada tahun 2006 ini mulai dicari jenis tanaman yang memiliki prospek ekonomi lebih baik. Salah satu tanaman yang dikembangkan adalah lengkeng. Tajuk tanaman lengkeng yang rimbun cukup memenuhi syarat sebagai penyaring pencemar udara serta sebagai peneduh, sementara akarnya dapat menahan lapisan tanah dari gerusan air hujan.
Jenis lengkeng yang telah banyak dikenal selama ini, umumnya dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah dataran tinggi. Namun belakangan ini mulai dikenal beberapa jenis lengkeng yang dapat tumbuh bahkan berbuah dengan lebat di dataran rendah, salah satunya adalah Diamod Rever.
Mengapa Diamond Rever ?
Beberapa tahun terakhir ini penurunan kualitas lingkungan semakin dapat dirasakan. Banjir di musim hujan, kekeringan pada saat kemarau, udara yang semakin kotor, adalah beberapa gejalanya. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan adalah dengan menggiatkan kegiatan penanaman. Pepohonan dapat memberikan banyak kontribusi bagi terciptanya lingkungan yang lebih baik. Akar tanaman dapat menahan air sehingga tanah dapat menyimpan banyak air, akar tanaman juga mencegah terkikisnya lapisan tanah, sementar daun-daun dapat berfungsi menyaring pencemar udara.
Karena itulah, dilakukan kegiatan penanaman dan telah banyak dirasakan manfaatnya. Namun masih ada hal yang dirasa kurang, yaitu jenis tanaman yang ditanam dipandang belum dapat memberikan keuntungan ekonomis yang optimal.
Untuk itulah pada tahun 2006 ini mulai dicari jenis tanaman yang memiliki prospek ekonomi lebih baik. Salah satu tanaman yang dikembangkan adalah lengkeng. Tajuk tanaman lengkeng yang rimbun cukup memenuhi syarat sebagai penyaring pencemar udara serta sebagai peneduh, sementara akarnya dapat menahan lapisan tanah dari gerusan air hujan.
Jenis lengkeng yang telah banyak dikenal selama ini, umumnya dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah dataran tinggi. Namun belakangan ini mulai dikenal beberapa jenis lengkeng yang dapat tumbuh bahkan berbuah dengan lebat di dataran rendah, salah satunya adalah Diamod Rever.
Mengapa Diamond Rever ?
Upaya Pencegahan Pemanasan Global Skala Rumah Tangga
Disampaikan pada Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dalam Rumah Tangga (PHBS-RT)
PKK Kab. Bondowoso - Juni 2008
Persoalan lingkungan hidup disebabkan berbagai hal, salah satunya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi menyebabkan aktifitas ekonomi juga meningkat pesat. Kegiatan ekonomi/pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak.
Salah satu isu lingkungan hidup yang menjadi perhatian dunia pada saat ini adalah Pemanasan global. Pemanasan global membawa sederet ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia.
Dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa Pengelolaan Lingkungan bukan saja merupakan tanggungjawab pemerintah tetapi juga menuntut peran serta masyarakat. Sektor Domestik /Rumah Tangga merupakan salah satu sector yang berkontribusi besar terhadap permasalahan lingkungan oleh karenanya adalah sangat penting untuk melakukan pengelolaan lingkungan pada skala rumah tangga seperti uraian berikut ini.
DEFINISI
Aktifitas manusia menyebabkan Gas Rumah Kaca/GRK terakumulasi di atmosfer sehingga radiasi sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh bumi ke luar angkasa terhambat karena dipantulkan kembali oleh GRK, akibatnya terjadi akumulasi panas di atmosfer bumi. Fenomena peningkatan suhu permukaan bumi ini disebut Pemanasan Global/Global Warming.
PKK Kab. Bondowoso - Juni 2008
Persoalan lingkungan hidup disebabkan berbagai hal, salah satunya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi menyebabkan aktifitas ekonomi juga meningkat pesat. Kegiatan ekonomi/pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak.
Salah satu isu lingkungan hidup yang menjadi perhatian dunia pada saat ini adalah Pemanasan global. Pemanasan global membawa sederet ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia.
Dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa Pengelolaan Lingkungan bukan saja merupakan tanggungjawab pemerintah tetapi juga menuntut peran serta masyarakat. Sektor Domestik /Rumah Tangga merupakan salah satu sector yang berkontribusi besar terhadap permasalahan lingkungan oleh karenanya adalah sangat penting untuk melakukan pengelolaan lingkungan pada skala rumah tangga seperti uraian berikut ini.
DEFINISI
Aktifitas manusia menyebabkan Gas Rumah Kaca/GRK terakumulasi di atmosfer sehingga radiasi sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh bumi ke luar angkasa terhambat karena dipantulkan kembali oleh GRK, akibatnya terjadi akumulasi panas di atmosfer bumi. Fenomena peningkatan suhu permukaan bumi ini disebut Pemanasan Global/Global Warming.
Pengaruh Kegiatan Usaha Terhadap Lingkungan Hidup
Materi sosialisasai Upaya Pengelolaan Lingkungan –Upaya Pemantauan Lingkungan
Tahun 2007
Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Kegiatan usaha tersebut disadari atau tidak akan menimbulkan berbagai pengaruh yang tidak diinginkan.
Berikut ini akan diuraikan berbagai pengaruh negatif yang timbul akibat berbagai usaha/kegiatan.
PENGARUH TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS AIR
1. Berkurangnya debit air tanah
Beberapa jenis usaha membutuhkan air bersih dalam jumlah cukup besar, contohnya : Pabrik Gula. Kebutuhan air tersebut seringkali diperoleh dengan pengeboran air bawah tanah (ABT). Pengeboran yang dilakukan besar-besaran serta serampangan akan mengakibatkan penurunan muka air tanah sehingga ketersediaan air bagi masyarakat berkurang. Di daerah pantai, penurunan muka air tanah berakibat terjadinya intrusi air laut atau masuknya air laut ke darat, sehingga air menjadi asin.
Tahun 2007
Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Kegiatan usaha tersebut disadari atau tidak akan menimbulkan berbagai pengaruh yang tidak diinginkan.
Berikut ini akan diuraikan berbagai pengaruh negatif yang timbul akibat berbagai usaha/kegiatan.
PENGARUH TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS AIR
1. Berkurangnya debit air tanah
Beberapa jenis usaha membutuhkan air bersih dalam jumlah cukup besar, contohnya : Pabrik Gula. Kebutuhan air tersebut seringkali diperoleh dengan pengeboran air bawah tanah (ABT). Pengeboran yang dilakukan besar-besaran serta serampangan akan mengakibatkan penurunan muka air tanah sehingga ketersediaan air bagi masyarakat berkurang. Di daerah pantai, penurunan muka air tanah berakibat terjadinya intrusi air laut atau masuknya air laut ke darat, sehingga air menjadi asin.
Hutan antara Manfaat dan Kerusakan
Disampaikan Pada Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Pondok Pesantren Di Beberapa Pesantren Di Kabupaten Bondowoso, Tahun 2005
Tak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa hutan adalah sebuah berkah bagi kehidupan, ini mengingat fungsi hutan yang begitu banyak dan penting bagi kehidupan di bumi ini. Namun sayangnya, hingga saat ini, fungsi hutan lebih sering dilihat secara ekonomis terutama dari hasil kayunya. Padahal masih banyak keuntungan lain dari hutan yang bila dikuantifikasikan dalam rupiah, akan memberi gambaran betapa mahal dan berharganya hutan.
Paru-Paru Bumi
Tumbuhan di hutan, melalui mekanisme fotosintesis dapat menyerap karbondioksida (CO2). Karbondioksida dalam jumlah besar di bumi mengancam kehidupan manusia, karena zat tersebut memiliki sifat menyerap energi panas dari radiasi sinar infra merah yang dipancarkan matahari.
Akibatnya energi panas terakumulasi menyebabkan kenaikan suhu muka bumi yang menyebabkan mencairnya es di kutub, sehingga muka air laut mengalami kenaikan. Kenaikan muka air laut menjadi sebuah ancaman terhadap daerah-daerah pesisir.
Tak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa hutan adalah sebuah berkah bagi kehidupan, ini mengingat fungsi hutan yang begitu banyak dan penting bagi kehidupan di bumi ini. Namun sayangnya, hingga saat ini, fungsi hutan lebih sering dilihat secara ekonomis terutama dari hasil kayunya. Padahal masih banyak keuntungan lain dari hutan yang bila dikuantifikasikan dalam rupiah, akan memberi gambaran betapa mahal dan berharganya hutan.
Paru-Paru Bumi
Tumbuhan di hutan, melalui mekanisme fotosintesis dapat menyerap karbondioksida (CO2). Karbondioksida dalam jumlah besar di bumi mengancam kehidupan manusia, karena zat tersebut memiliki sifat menyerap energi panas dari radiasi sinar infra merah yang dipancarkan matahari.
Akibatnya energi panas terakumulasi menyebabkan kenaikan suhu muka bumi yang menyebabkan mencairnya es di kutub, sehingga muka air laut mengalami kenaikan. Kenaikan muka air laut menjadi sebuah ancaman terhadap daerah-daerah pesisir.
Pendidikan, Antusiasme dan Inspirasi
Di aula sekolah, para kader lingkungan duduk di lantai dan mendengarkan materi. Tampak materi diikuti dengan antusias. Antusiasme mereka dan juga guru pembimbing menjadikan acara berjalan terasa cepat. Antusiasme itulah merupakan imbalan yang lebih dari cukup dari kegiatan yang lebih dilandasi oleh idealisme dibandingkan proyek.
Dimuat di Kabar Indonesia
23 Januari , 2009
Alhamdulillah. Upaya untuk menyosialisasikan Lablingkungan ini ternyata mendapatkan banyak respon.
Berikut berita di Kabar Indonesia, sebuah media on line
Peranan Strategis Laboratorium Lingkungan di Kabupaten Bondowoso
Sosialisasi Laboratorium Lingkungan pada 29 Oktober 2008
Objektif :
1. Adanya penurunan kualitas lingkungan meliputi air dan tanah akibat kegiatan industri, permukiman, transportasi, pengelolaan hutan, perubahan iklim global, pertanian, perikanan, perkebunan, dll. serta potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan pemakaian bahan bakar.
2. Semakin berkurangnya sumber mata air dan cadangan debit air di Kabupaten Bondowoso, salah satu buktinya adalah tingginya fluktuasi debit Sungai Sampean yang menunjukkan terganggunya fungsi hidrologi di DAS Sampean.
Objektif :
2. Semakin berkurangnya sumber mata air dan cadangan debit air di Kabupaten Bondowoso, salah satu buktinya adalah tingginya fluktuasi debit Sungai Sampean yang menunjukkan terganggunya fungsi hidrologi di DAS Sampean.
Langganan:
Postingan (Atom)
